Senin, 01 September 2014

Janganlah sekedar mencari pendamping, tapi carilah suami yang bisa membimbing. Tampan itu tidak bermanfaat, jika dia mengajakmu bermaksiat. Kaya juga tak berarti hebat, jika dia membuat hidupmu tersesat. Biarlah dia tak berpangkat, asal menjadikanmu wanita terhormat. =========== Banyak wanita kecewa dengan sikap/sifat suaminya setelah menikah, ternyata sebabnya adalah dia tidak selektif dalam memilih calon suami, yaitu calon suaminya tidak bagus kualitas agama dan akhlaknya. Jangan menikah dgn lelaki yang keras, kasar, atau pemarah agar tidak menjadi korban KDRT. Dan cara agar memperoleh jodoh yang sholeh dan bagus akhlaknya tentunya adalah kita memperbaiki kualitas diri kita. Jangan berharap mendapat jodoh yang baik agama dan akhlaknya jika kita sendiri tidak baik. — “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik (pula)…” (QS An Nuur: 26) ===================== Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan dalam memilih suami antara lain: 1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan) (yaitu jika sang wanita setuju, sebab tidak ada paksaan dalam pernikahan) Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, “Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?” Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.” 2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain. “Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi) Ibnu Taimiyah berkata, “Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.” (Majmu’ Fatawa 8/242) 3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh. 4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai. 5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita. 6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani. 7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala. Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a. (silahkan baca selengkapnya di: http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/siapakah-yang-ukhti-pilih.html) ======== silahkan baca artikel2 berikut ini: Tips memilih calon suami: http://www.konsultasisyariah.com/kriteria-laki-laki-yang-tidak-layak-dijadikan-suami-muslimah/ 6 Jenis Lelaki yang jangan diterima lamarannya: http://www.islamedia.co/2014/05/untuk-muslimah-jangan-terima-lamaran.html Bukan pria idaman: http://rumaysho.com/muslimah/bukan-pria-idaman-764 Tipe Pria Yang jangan Dinikahi: http://alashree.wordpress.com/2010/01/27/laki-yg-diblacklist/